Terapkan Cara Ini saat Kepang Rambut Agar Tidak Rontok

Cara mengepang rambut dengan benar diperlukan agar tidak terjadi masalah pada kepang rambut

Rambut yang panjang dan lebat memang menarik untuk dikreasikan, seperti kepang rambut dengan berbagai gaya. Akan tetapi, penting diperhatikan cara mengepang rambut yang baik agar rambut Anda tidak menjadi rontok.

Kepang rambut disebut penataan rambut yang lebih aman karena tidak perlu menggunakan bahan atau alat rambut yang dapat membahayakan rambut.

Namun ternyata kepang rambut yang terlalu kencang dapat menyebabkan rambut rusak dan kulit kepala terasa sakit dan tertarik. 

Menurut ahli saraf Wade Cooper, seperti dikutip dari Womentalk, menyebut bahwa kepang rambut atau mengucirnya terlalu kencang dapat membuat sensor rasa sakit di kulit kepala menjadi lebih peka. Sehingga ketika rambut ditarik, akan menyebabkan rasa sakit di kulit kepala.

Bahaya Kepang Rambut Terlalu Kencang

Mengepang rambut dengan cara yang tidak tepat akan membuat Anda merasa tidak nyaman dan dan terjadinya kerusakan rambut. Jika kepala terasa nyaman, maka kepercayaan diri pun ikut meningkat. 

Ada istilah alopecia traksi yang merupakan kerontokan akibat terlalu sering menarik rambut sehingga menimbulkan kebotakan. Alopecia traksi mungkin saja terjadi karena mengepang rambut yang tidak benar. 

Fase awal dari alopecia traksi ini berupa jerawat yang muncul di kulit kepala. Lama kelamaan akan muncul tanda kebotakan, seperti:

  • Muncul benjolan seperti jerawat di kulit kepala
  • Kulit kepala berkerak dan memerah
  • Terasa nyeri dan gatal di kulit kepala
  • Meradangnya folikel rambut
  • Muncul benjolan yang berisi nanah

Jika gejala ini muncul lebih cepat, sebaiknya rambut jangan dikepang untuk beberapa waktu agar tidak terjadi kebotakan. Jangan sekali-kali mengabaikan gejala yang muncul karena dapat membuat folikel rambut menjadi sangat rusak sehingga mengalami kebotakan. 

Jika sudah terlanjur mengalami Alopecia traksi karena mengepang atau mengucir rambut terlalu ketat, Anda bisa segera berkonsultasi dengan dokter kulit. Perawatan utama yang disarankan dokter setelah melakukan pengecekan adalah dengan mengubah gaya rambut. Hindari mengepang rambut dengan kencang serta hindari menggunakan ikat rambut berbahan terlalu kuat. 

Jika rambut terlalu panjang, biasanya akan disarankan untuk dipotong. Selain itu, kurangi juga penggunaan alat rambut dan bahan kimia yang bisa merusakan kesehatan rambut.

Cara Mengepang Rambut dengan Benar

Nah, buat Anda yang merasa kulit kepala tertarik dan pusing saat mengepang rambut, kemungkinan cara mengepang rambut Anda kurang tepat. Lalu, bagaimana cara mengepang rambut dengan benar? Berikut tipsnya.

  1. Sisir Rambut Agar Tidak Kusut

Langkah pertama yang perlu diperhatikan adalah menyisir rambut agar tidak kusut dan mudah diatur. Biasanya akan terasa sakit di beberapa titik jika rambut saling menempel alias kusut.

  1. Keringkan Rambut Sebelum Dikepang

Rasa sakit di kulit kepala akan dapat diminimalisir jika rambut dikepang dalam keadaan yang kering. Rambut yang basah ketika dikepang akan mengembang saat sudah kering sehingga memberikan tekanan yang berlebih pada kulit kepala. 

Rambut yang basah setelah keramas bisa dikeringkan dengan kipas atau hairdryer. Agar tidak mengembang seperti rambut singa, Anda bisa mengeringkan sambil menyisirnya. Sehingga proses mengepang rambut setelahnya jadi lebih mudah.

  1. Jangan Kepang Terlalu Kencang

Kulit kepala akan terasa sakit dan tertarik jika rambut dikepang terlalu kencang. Hindari menarik rambut terlalu kencang hanya demi kepangan terlihat rapi dan padat. Jangan memelintir rambut terlalu berlebihan karena mengakibatkan kulit kepala juga tertarik.

Mulailah praktikkan cara kepang rambut dengan benar ini agar mengurangi risiko kebotakan rambut. Jangan tunggu menyesal karena penyesalan di kemudian hari tiada guna.

Uncategorized

Leave a Reply

Comment
Name*
Mail*
Website*