Pulpitis

Pulpitis adalah peradangan yang terjadi pada saraf gigi (pulpa) akibat infeksi bakteri.

Pulpitis merupakan gangguan berupa peradangan pada saraf gigi (pulpa) akibat infeksi bakteri. Saraf gigi terdapat di dalam setiap gigi manusia yang terdiri dari saraf-saraf dan pembuluh darah.

Pulpitis berawal dari lubang pada gigi yang tidak ditangani dengan tepat sehingga dapat memperburuk kondisi gigi tersebut. Pulpitis bisa terjadi pada anak-anak dan orang dewasa.

Jenis Pulpitis

Pulpitis tidak hanya terjadi pada satu gigi, namun juga bisa terjadi pada lebih dari satu gigi. Hal tersebut bisa menimbulkan kondisi yang semakin parah di dalam mulut. Berdasarkan intensitas sakit yang diderita manusia, pulpitis terdiri dari dua jenis, antara lain:

  1. Reversible pulpitis

Reversible pulpitis merupakan jenis pulpitis yang memicu peradangan ringan pada saraf gigi yang menyebabkan rasa sakit atau tidak nyaman ketika manusia mengkonsumsi makanan manis atau dingin. Meskipun demikian, rasa sakitnya menghilang jika tidak mengkonsumsi makanan seperti ini lagi.

Pada pulpitis jenis ini, keadaan saraf gigi bisa kembali normal jika ditangani dengan tepat. Jika tidak ditangani dengan tepat, maka rasa sakit akan berlanjut menjadi irreversible pulpitis.

  1. Irreversible pulpitis

Irreversible pulpitis merupakan jenis pulpitis yang terjadi karena seseorang mengalami reversible pulpitis dan tidak ditangani dengan cara yang tepat. Irreversible pulpitis juga memicu rasa nyeri secara spontan, rasa nyeri berdenyut, dan rasa nyeri yang bertahan lama (lebih dari 30 detik) setelah manusia mengkonsumsi makanan yang manis, panas, atau dingin.

Rasa nyeri di bagian gigi juga bisa terjadi ketika manusia berbaring, dan pada tahap ini, biasanya, tidak dapat diobati dengan obat antinyeri biasa.

Pada irreversible pulpitis, saraf gigi sudah tidak bisa kembali normal dan perlu perawatan yang lebih kompleks untuk mempertahankan gigi tersebut. Jika irreversible pulpitis tidak ditangani dengan tepat, maka irreversible pulpitis bisa memicu pembengkakan berupa nanah di bagian akar gigi, dan dapat menyebar ke bagian lain seperti rahang, sinus, bahkan otak.

Gejala

Orang-orang yang terkena pulpitis dapat menunjukkan gejala sebagai berikut:

  • Rasa nyeri, baik ringan maupun berat.
  • Gigi sensitif terhadap makanan manis, panas, dan dingin.
  • Bau mulut.
  • Rasa tidak nyaman di bagian mulut.
  • Demam (jika kondisinya semakin parah).

Penyebab

Pada dasarnya, saraf gigi yang terbuka adalah penyebab seseorang mengalami pulpitis, sehingga bisa terpapar oleh bakteri dan memicu terjadinya peradangan. Selain itu, berikut adalah beberapa faktor yang dapat memicu peradangan pada saraf gigi:

  • Lubang pada gigi yang tidak ditangani dengan baik.
  • Gigi yang patah.
  • Kebiasaan buruk dengan menggesek-gesekkan gigi.
  • Kondisi rongga mulut yang buruk.
  • Sering mengkonsumsi makanan yang mudah memicu lubang pada gigi.

Diagnosis

Jika Anda mengalami pulpitis, Anda dapat menanyakan kondisi ini dengan dokter gigi. Dokter gigi akan memeriksa seluruh gigi, termasuk yang berlubang. Dokter gigi akan menguji sensitivitas gigi terhadap rangsangan panas atau dingin untuk mengetahui kondisi saraf dalam gigi. Intensitas rasa nyeri dapat menentukan tingkat pulpitis.

Dokter juga perlu mengetuk secara ringan pada gigi yang terindikasi mengalami pulpitis untuk mendeteksi penjalaran peradangan yang terjadi. Dokter juga akan menggunakan rontgen (X-ray) untuk membantu melihat apakah saraf gigi sudah terbuka akibat gigi berlubang maupun gigi yang patah.

Electric pulp test juga dapat dilakukan oleh dokter untuk mengetahui seberapa parah kerusakan yang terjadi pada saraf gigi.

Pengobatan

Untuk mengobati pulpitis, dokter akan meresepkan obat antiradang dan antinyeri. Selain itu, pengobatan lain dapat dilakukan berdasarkan jenis pulpitis:

  1. Reversible pulpitis

Pengobatan yang dapat dilakukan adalah dengan melakukan penambalan pada gigi yang berlubang.

  1. Irreversible pulpitis

Pengobatan yang dapat dilakukan adalah pulpektomi atau perawatan saluran akar.

Gigi dan Mulut

Leave a Reply

Comment
Name*
Mail*
Website*