Perhatikan, Ini Tanda Depresi pada Anak dan Penyebabnya!

Banyak orang beranggapan bahwa depresi merupakan penyakit mental yang hanya terjadi pada orang dewasa. Padahal, depresi pada anak pun bisa saja terjadi. Sayangnya lagi, banyak anak dengan depresi yang tidak diobati karena orang dewasa atau orang tuanya tidak menyadari bahwa anak mereka depresi. 

Jadi, sangat penting bagi orang tua, guru, maupun orang dewasa lainnya untuk belajar tentang bagaimana depresi anak-anak. Ketika Anda memahami gejala depresi pada anak serta penyebabnya, maka Anda dapat melakukan pencegahan atau pengobatan untuk membantu. 

Tanda atau gejala depresi pada anak

Anak-anak sering kali kesulitan untuk menjelaskan perasaannya, terutama jika sedang mengalami depresi. Namun, ada beberapa tanda atau gejala utama yang sering kali muncul jika anak depresi. Misalnya saja seperti:

  • Tidak memiliki energi atau sulit memotivasi
  • Kehilangan minat pada aktivitas yang biasanya mereka sukai
  • Mengalami kesulitan mendengarkan dan berkonsentrasi pada tugas
  • Membuat komentar negatif tentang diri mereka sendiri
  • Menarik diri dari lingkungan sosial, tidak ingin menghabiskan waktu bersama teman-teman
  • Mencari apa yang salah, daripada melihat sisi positif dalam berbagai situasi
  • Menjadi sangat sulit untuk menyenangkan
  • Mudah tersinggung
  • Gelisah
  • Mudah kesal atau marah
  • Tampak sedih dan mudah menangis serta sulit untuk ditenangkan
  • Tidak tertarik pada makanan atau makan berlebihan
  • Memiliki masalah untuk tidur, bangun lebih awal, atau banyak tidur
  • Nilai menurun
  • Sikap menantang

Anak-anak mungkin bersikeras bahwa mereka baik-baik saja, atau bisa jadi mereka menyangkal kalau mereka tidak memiliki masalah. Sayangnya, banyak orang tua yang menganggap sifat lekas marah anak mereka sebagai fase  dari perkembangan diri yang normal. Padahal, sifat lekas marah yang berlangsung lebih dari dua minggu bisa jadi merupakan tanda depresi pada anak

Penyebab anak depresi

Sama seperti orang dewasa, depresi pada anak-anak dapat disebabkan oleh kombinasi berbagai faktor yang berhubungan dengan kesehatan fisik, peristiwa kehidupan, riwayat keluarga, lingkungan, kerentanan genetik, atau pun gangguan biokimia. Depresi bukanlah suasana hati yang menetap, juga bukan kondisi yang akan hilang tanpa pengobatan. Dan berikut beberapa faktor risiko yang potensial, meliputi:

  • Kimia otak. Ketidakseimbangan dalam neurotransmitter dan hormon tertentu mungkin berperan dalam cara kerja otak, yang dapat mempengaruhi suasana hati dan emosi serta meningkatkan risiko mengalami depresi. 
  • Riwayat keluarga. Anak-anak dengan anggota keluarga yang juga mengalami gangguan mood seperti depresi memiliki risiko lebih besar untuk juga mengalami gejala gangguan depresi.
  • Stres atau trauma. Perubahan mendadak seperti pindahan rumah atau perceraian, atau peristiwa traumatis juga daoat menyebabkan perasaan depresi.
  • Faktor lingkungan. Lingkungan rumah yang stres, kacau, atau tidak stabil  juga dapat membuat anak lebih mungkin mengalami depresi. Penolakan dan intimidasi serta bullying di sekolah juga bisa menjadi faktor anak depresi. 

Untuk mengatasinya biasanya, Anda perlu:

  • Terapi. Terapi perilaku kognitif adalah pendekatan yang sering dilakukan untuk pengobatan depresi. Proses ini melibatkan dan membantu anak mengidentifikasi pikiran yang negatif dan menggantinya dengan pikiran yang lebih positif. Terapi ini juga bisa dilakukan untuk mengatasi ketakutan tertentu.
  • Perubahan gaya hidup. Untuk kasus depresi ringan, perubahan gaya hidup bisa menjadi solusi mengatasi masalah depresi. Seperti, mengelola stres, melakukan latihan fisik secara teratur, dan selalu memberi dukungan positif untuk anak. 

Lakukan juga:

  • Pastikan anak memiliki jadwal tidur yang teratur. Matikan gawai sebelum tidur dan pastikan juga untuk bangun tepat waktu. 
  • Bantu anak untuk mengembangkan kehidupan sosial tanpa menjadwalkan waktu secara berlebihan. 
  • Beri penghargaan jika anak melakukan tanggung jawabnya dan berprestasi. 
  • Ajari anak untuk memecahkan masalah, mengelola emosi mereka dengan cara yang sehat. 

Depresi pada anak memang kerap kali terjadi, karena beberapa faktor di atas. Penting bagi orang tua dan anak untuk tetap melakukan komunikasi yang baik sehingga apapun yang anak alami bisa menceritakan masalah pada orang tua mereka untuk mencari jalan keluar.

Parenting

Leave a Reply

Comment
Name*
Mail*
Website*