Berikut Penyebab Abses Anus yang Perlu Dihindari

Pernahkah Anda mendengar tentang abses anus? Abses anus atau yang juga dikenal dengan abses anal adalah suatu kondisi yang disebabkan oleh penumpukan nanah di sekitar anus.

Secara umum, abses anus atau anal terbagi menjadi dua jenis:

  • Abses perirektal: terjadi di sekitar di sekitar area rektum yang terbentuk di lapisan dalam kulit.
  • Abses perianal: terbentuk di permukaan kulit sekitar anus.

Di antara dua jenis abses anus tersebut, jenis abses perianal paling umum terjadi. Sedangkan, jenis abses perirektal bersifat lebih berbahaya.

Apa yang menjadi penyebab abses anus?

Sebagian besar kasus abses anal terjadi akibat infeksi di sekitar kantong kelenjar kecil pada anus. Secara lebih detail, penyebab abses anus, antara lain:

  • Fisura anal: adanya luka pada saluran anus yang berisiko meningkatkan terjadinya infeksi.
  • Penyakit menular seksual.
  • Tersumbatnya kelenjar anus.

Selain tiga penyebab di atas, abses anus juga dapat terjadi pada seseorang dengan kondisi kesehatan tertentu, seperti:

  • Seseorang yang mengalami penyakit pencernaan, seperti infeksi usus atau kolitis, inflammatory bowel disease, dan divertikulitis.
  • Seseorang dengan penyakit radang panggul.
  • Seseorang yang melakukan hubungan seks lewat ubang anus (seks anal).
  • Seseorang yang memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah, seperti pada pasien diabetes, HIV/AIDS, dan pasien yang mengonsumsi obat-obatan golongan steroid dalam waktu yang lama, maupun sedang menjalani kemoterapi sebagai prosedur penanganan kanker.
  • Ibu hamil.

Bagaimana abses anus diobati?

Segala jenis abses anal harus ditangani oleh dokter dan tenaga medis, karena kondisi ini tidak dapat sembuh sendiri. Beberapa prosedur medis yang dapat dilakukan untuk menangani abses anus, yaitu:

  • Prosedur operasi kecil

Prosedur medis ini dilakukan dengan bius lokal maupun bius total (umum) yang dilakukan dengan cara drainase maupun mengalirkan nanah keluar dari anus oleh dokter. Seusai melakukan prosedur ini, pasien diperbolehkan untuk langsung pulang dan akan diberikan obat-obatan tertentu jika diperlukan.

  • Prosedur operasi besar

Operasi besar akan dilakukan untuk menangani abses anal dengan ukuran yang besar. Umumnya, dokter akan menganjurkan pasien untuk dirawat selama beberapa hari, terutama bagi pasien dengan bawaan penyakit diabetes maupun penurunan imun tubuh.

Penyakit Read More

Antibody Serology Test, Pendeteksi Terbaru Virus Corona

Sejak kasus virus corona mulai tersebar ke seluruh dunia, penyedia layanan kesehatan menyediakan layanan pemeriksaan virus dengan rapid test dan swab test. Belum lama ini, telah beredar metode pemeriksaan terbaru yang dinamakan tes serologi antibodi atau antibody serology test.

Sama seperti rapid test dan swab test, tes ini juga bekerja untuk mendeteksi imunoglobulin, yaitu antibodi yang terbentuk sebagai reaksi sistem kekebalan tubuh terhadap virus corona.

Pelaksanaan antibody serology test

Dalam pelaksanaannya, antibody serology test dilakukan dengan melakukan pemeriksaan darah dengan menguji protein spesifik di dalam darah. Saat tubuh sedang mencoba untuk melawan infeksi virus, tubuh akan memproduksi protein tertentu yang bisa terdeteksi dalam darah.

Dibandingkan dengan metode pemeriksaan sebelumnya, tes ini memiliki tingkat keunikan yang lebih tinggi. Biasanya, tes diagnostik hanya akan mendeteksi tanda virus yang sedang aktif saat ini. Sementara, tes antibodi misa mendeteksi keberadaan infeksi virus yang telah ada sejak sebelumnya.

Hasil dari tes mampu mendeteksi infeksi virus yang sudah terjadi pada beberapa waktu sebelumnya, seperti sekitar satu sampai tiga minggu sebelum waktu pemeriksaan berlangsung.

Meski antibody serology test mampu mendeteksi keberadaan virus corona dalam tubuh, tes ini tidak bisa membuktikan kekebalan imunitas seseorang sepenuhnya secara akurat. Perlu dilakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk memastikan apakah sistem kekebalan tubuh akan semakin menguat setelah sembuh dari paparan virus corona, atau masih memiliki kemungkinan untuk terkena infeksi serupa.

Pelaksanaan antibody serology test dilakukan dengan pengambilan sampel darah yang dikumpulkan ke dalam botol untuk diuji di laboratorium. Hasil tes mendalam umumnya sudah bisa diambil dalam waktu maksimal 24 jam.

Mengapa perlu menjalani antibody serology test?

Secara garis besar, antibody serology test akan membantu Anda untuk mengetahui kondisi antibodi di dalam tubuh. Dengan mengetahui keadaan antibodi tubuh, Anda bisa lebih mudah memahami kondisi tubuh ketika mengalami penyakit dan mengonsumsi obat-obatan.

Sistem kekebalan tubuh akan memproduksi antibodi ketika terjadi paparan terhadap antigen berupa virus, bakteri, dan parasit. Antibodi ini akan menyerang antigen dan mematikan antigen tersebut. Dalam hal ini, antigen yang mungkin terdeteksi adalah virus corona.

Terkadang, antibodi bisa melakukan kekeliruan dengan menyerang sel-sel yang sehat. Melalui tes ini, kondisi tersebut juga bisa dideteksi dan diatasi melalui pengobatan dengan dokter.

Secara umum, antibody serology test dianjurkan untuk dilakukan dengan:

  • Kombinasi dengan tes diagnostik untuk pasien yang akan melakukan pengobatan virus corona
  • Dilakukan pada pasien yang diduga memiliki gejala virus corona serta pernah berinterkasi dengan orang yang terinfeksi
  • Dilakukan dengan konsultasi dan persetujuan dari dokter terlebih dahulu
  • Sebelum melakukan transfusi darah untuk mendeteksi apabila darah telah terinfeksi oleh virus

Hasil pemeriksaan antibody serology test

Hasil dari antibody serology test memiliki dua kemungkinan, antara positif ataupun negatif.

Hasil tes positif menandakan bahwa telah ditemukan adanya antibodi khusus di dalam darah Anda. Hal itu menandakan bahwa tubuh Anda telah terinfeksi dan antibodi sedang menyerang virus yang ada.

Akan tetapi, hasil positif dari tes initidak bisa dijadikan sebagai satu-satunya acuan diagnosa. Terkadang, tes ini juga bisa memunculkan hasil positif yang salah apabila antibodi ternyatat terbentuk bukan karena virus corona, melainkan virus jenis lain.

Sementara, hasil antibody serology test negatif menandakan bahwa Anda tidak terinfeksi oleh virus. Namun, hasil ini juga bisa saja mengalami kekeliruan apabila antibodi belum berkembang untuk menanggapi virus yang sebenarnya ada dalam tubuh. Oleh sebab itu, hasil tes yang positif ataupun negatif perlu dibarengi dengan tes lainnya berupa tes diagnostik untuk memperkuat hasil diagnosa.

Penyakit Read More

Efek Samping Gurah Mata yang Perlu Diketahui

Merupakan salah satu jenis pengobatan tradisional Indonesia yang mungkin sudah dicoba oleh kebanyakan orang adalah gurah, pengobatan ini terdapat beberapa macam salah satunya adalah gurah mata. Merupakan metode pengobatan mata dengan menggunakan air rebusan yang dikemas dalam botol.

Cairan yang diteteskan melalui botol tersebut langsung diarahkan pada mata, sama seperti halnya menggunakan obat tetes mata pada umumnya. Meski terbilang mudah dalam prosesnya, banyak orang bertanya-tanya apakah metode ini memang efektif untuk mengobati sakit mata. Atau justru, metode ini malah membuat seseorang mendapat dampak negatif.

Pengobatan Tradisional Gurah Mata

Tidak sedikit orang yang mengaku bahwa pengobatan tradisional ini ampuh digunakan untuk menyembuhkan masalah mata. Termasuk Indonesia, beberapa negara yang menggunakan obat tetes mata yang mirip dengan pengobatan tradisional ini dapat menyembuhkan berbagai masalah pada mata, seperti kerativis, konjungtiis, mata bengkak hingga infeksi bakteri dan virus.

Namun demikian, klaim ini baru didasarkan pada testimoni para pengguna dan bukan dari hasil penelitian ilmiah yang bisa dipertanggungjawabkan. Sementara itu berdasarkan fakta di lapangan membuktikan keberhasilan penggunaan bahan herbal sebagai obat tetes mata, tak hanya tergantung pada jenis bahan yang digunakan, tetapi juga kualitas bahan, takaran hingga metode membuat.

Masyarakat pada umumnya menganggap bahwa obat-obatan herbal untuk mata seperti gurah ini lebih aman ketimbang penggunaan obat tetes mata sesuai resep dokter yang jelas mengandung bahan kimia. Padahal, bahan-bahan dalam obat kimia untuk mata relatif aman karena sudah melewati berbagai jenis uji medis dengan berbagai tahapan.

Efek Samping Gurah Mata

Sementara itu, komponen obat tetes gurah relatif tidak diketahui banyak orang pada umumnya, sebagian besar bahan yang digunakan untuk membuat carian gurah ini biasanya didapat dari tumbuh-tumbuhan. Bahkan, tidak sedikit yang mencampurnya dengan hasil pembuangan dari binatang, seperti urine, kotoran sapi, kotoran kadal hingga bahkan lendir manusia.

Bahan-bahan ini tentu dikhawatirkan mengandung patogen berbahaya yang bisa saja membuat masalah bagi penglihatan jika diteteskan secara langsung ke bola mata manusia, kondisi berbahaya bisa saja dialami pengguna yang menggunakan bahan campuran ini. Berikut ini beberapa risiko yang diakibatkan dari penggunaan pengobatan tradisional ini.

  • Muncul rasa nyeri setelah bola mata ditetesi carian herbal.
  • Merasakan kekurangan kualitas penglihatan mata.
  • Risiko terburuk dari penggunaan pengobatan tradisional ini adalah kebutaan.

Kebutaan menjadi efek atau dampak buruk yang sering dialami atau banyak terjadi bagi para pengguna, tercatat sebanyak 20 persen kasus. Hal ini berdasarkan pada sebuah studi di Afrika yang menyebut bahwa delapan sampai 10 persen kebutaan terjadi karena penggunaan obat tetes tradisional untuk mengobati masalah mata.

Meski demikian, hingga saat ini masih banyak masyarakat yang tidak menyadari akan adanya efek buruk yang diakibatkan gurah mata. Hal ini dibuktikan dengan masih maraknya praktik pengobatan mata tradisional ini di Indonesia, bahkan obat tetes gurah dijual bebas di banyak toko online yang tersedia.

Kebanyakan kasus di Indonesia, terapi gurah menggunakan tanaman sirgunggu yang merupakan tanaman herbal. Hal ini diketahui sudah dilakukan sejak jaman Kerajaan Mataram, bagian tanaman sirgunggu yang dimanfaatkan dalam pengobatan ini adalah daun dan akarnya. Kedua bagian ini diramu sedemikian rupa hingga menjadi cairan atau juga dibuat menyerupai kapsul.

Tak hanya untuk mata, terapi gurah ternyata juga dilakukan untuk beberapa organ tubuh, seperti gurah hidung dan gurah vagina. Dan praktik gurah yang paling terkenal dan banyak dilakukan adalah jenis gurah hidung, disebut juga dengan gurah suara.

Penyakit Read More

Tak Hanya untuk Tujuan Kecantikan, Kenali Prosedur Operasi Rahang

Tindakan operasi rahang sering dilakukan sebagai bagian dari operasi plastik, tujuannya untuk memperbaiki atau “menyempurnakan” tampilan wajah. Meski demikian, prosedur ini bukan hanya dilakukan untuk tujuan estetika, ada manfaat-manfaat lain yang dapat diperoleh, kaitannya dengan kesehatan pasien.

Mengenal operasi rahang

Pada prinsipnya, operasi rahang merupakan tindakan medis untuk memperbaiki posisi rahang dan gigi. Dalam istilah medis, prosedur ini lebih dikenal dengan sebutan bedah orthognatik.

Teknik bedah othognatik cukup beragam. Namun, secara umum, tindakan operasi rahang dilakukan dengan memotong tulang rahang, mengubahnya ke posisi yang benar, lalu memasang suatu alat penyangga agar posisi rahang tidak bergeser kembali.

Seperti telah disebutkan sebelumnya, operasi ini banyak dipahami sebagai sebuah tindakan untuk tujuan estetika belaka. Padahal, tergantung pada metode yang dilakukan, tujuan dari operasi rahang pun dapat sangat beragam. DI bawah ini, beberapa metode yang biasa dilakukan dalam pembedahan orthognatik.

1. Maxillary osteotomy

Maxillary osteotomy merupakan tindakan operasi rahang atas. Prosedur ini dilakukan dengan membuat potongan di bagian rahang atas.

Dibanding untuk tujuan estetika, prosedur ini lebih banyak dilakukan untuk mengatasi beberapa gangguan medis, seperti crossbite (gigi atas menggigit bagian dalam gigi bawah), open bite (terdapat celah, sehingga tidak ada kontak antara gigi atas dan gigi bawah), wajah di bagian tengah mengalami gagal pertumbuhan, atau jumlah gigi pasien berlebih atau kurang.

2. Mandibulary osteotomy

Sebaliknya dari prosedur pertama, tindakan ini merupakan operasi rahang bawah. Pada pasien yang mengalami penyusutan rahang bawah, tindakan pemotongan di bagian rahang bawah ini perlu dilakukan.

Dengan cara ini, rahang depan dapat bergerak dalam kesatuan dan mudah dikembalikan ke posisi awal. Biasanya, digunakan baut medis untuk menahan posisi rahang agar tidak bergerak ke posisi yang salah.

3. Genioplasty

Dalam istilah lain, genioplasty adalah operasi dagu. Tindakan ini dibutuhkan untuk mengatasi penurunan rahang bawah yang parah, hingga fungsi bicara dan makan pasien terganggu.

Dalam prosedur ini, dokter akan membuat sayatan sampai tulang dagu dan memperbaiki posisinya, sehingga seluruh bagian rahang dapat berfungsi dengan baik.

Kondisi yang membutuhkan operasi rahang

Dari paparan di atas, sudah diketahui bahwa operasi rahang bukanlah semata tindakan untuk kebutuhan estetika, seperti yang banyak diketahui orang. Namun, ada berbagai kondisi medis yang dapat diatasi oleh prosedur tersebut.

Kaitannya dengan masalah makan dan bicara misalnya. Operasi rahang kerap dilakukan pada pasien yang mengalami gangguan menelan, menggigit, mengunyah, serta bicara.

Kondisi-kondisi wajah asimetris, seperti dagu terlalu kecil, overbite, underbite, dan crossbite juga dapat diatasi dengan operasi rahang. Secara otomatis, kerusakan gigi karena bentuk rahang yang tidak normal juga dapat diminimalisasi.

Beberapa pasien datang ke dokter dengan keluhan nyeri akibat gangguan sendi temporomandibular. Kondisi ini biasanya dapat diatasi dengan menjalani operasi rahang.

Selain kondisi-kondisi di atas, dokter juga kadang mengambil langkah operasi rahang untuk memperbaiki obstructive sleep apnea serta memperbaiki kelainan bawaan atau cedera wajah.

Manfaat dari operasi rahang memang banyak. Berbagai masalah kesehatan dapat diatasi dengan tindakan tersebut. Meski demikian, tetap ada risiko di balik prosedur medis yang satu ini, sebut saja perdarahan, cedera saraf, fraktur tulang rahang, infeksi,  dan berbagai risiko atau komplikasi lainnya. Maka, sebaiknya Anda berdiskusi secara matang dengan dokter, sebelum memutuskan untuk menjalani prosedur operasi rahang.

Penyakit Read More

Obat Liver Alami Untuk Perlemakan Hati

Perlemakan hati adalah sebuah kondisi yang disebabkan oleh penumpukan lemak di hati. Ada dua jenis penyakit perlemakan hati, alkoholik dan non-alkoholik. Seperti namanya, penyakit perlemakan hati alkoholik disebabkan oleh konsumsi alkohol dalam jumlah yang banyak. Sementara itu, penyakit perlemakan hati non-alkoholik (NAFLD) tidak ada hubungannya dengan konsumsi alkohol dan sebabnya masih belum diketahui. Akan tetapi, NAFLD umum dijumpai pada orang-orang yang memiliki kondisi obesitas, diabetes tipe 2, kolesterol tinggi, dan tekanan darah tinggi. Saat ini, belum ada obat-obatan khusus untuk merawat NAFLD. Namun ada obat liver alami dalam bentuk diet dan perubahan gaya hidup yang efektif untuk mengatasi tersebut. Artikel ini akan membahasnya dengan lebih mendalam.

Apabila Anda memiliki NAFLD, perlu diingat bahwa tidak semua diet dan suplemen baik dan sehat untuk hati Anda. Sebelum Anda melakukan diet dan gaya hidup sebagai upaya obat liver alami untuk mengatasi NAFLD, penting Anda berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter.

  • Turunkan berat bedan

Menurut panduan Lembaga Studi Penyakit Hati Amerika (AASLD) pada tahun 2017, turunnya berat badan merupakan bagian penting dalam mengurangi gejala NAFLD. Panduan tersebut merekomendasikan orang-orang dengan NAFLD perlu menurunkan sekitar 3 hingga 5 persen dari berat badan mereka untuk mengurangi penumpukan lemak di hati. Selain itu, dengan mengurangi sekitar 7 hingga 10 persen berat badan dapat mengurangi gejala NAFLD seperti peradangan dan fibrosis.

Salah satu cara terbaik untuk mengurangi berat badan dan menjaganya adalah dengan perlahan dan konsisten. Puasa dan diet yang ekstrim sering tidak efektif dan malah dapat berbahaya bagi hati. Sebelum Anda memutuskan melakukan program penurunan berat badan, penting untuk berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu dan memastikan apakah program diet tersebut cocok untuk Anda. Ahli nutrisi dapat mempersiapakn rencana program diet yang tepat agar Anda mampu mencapai berat badan yang diingankan serta membuat pilihan makanan bernutrisi.

  • Cobalah diet Mediterania

Penelitian pada tahun 2017 menyatakan bahwa diet Mediterania dapat membantu mengurangi perlemakan hati meskipun tanpa perlu menurunkan berat badan. Diet Mediterania juga dapat membantu merawat kondisi-kondisi tertentu yang sering diasosiasikan dengan NAFLD, termasuk kolesterol yang tinggi, tekanan darah tinggi, dan diabetes tipe 2. Diet ini berfokus pada berbagai macam jenis buah dan sayur, dan juga lemak sehat, contohnya apel, pisang, melon, kacang, polong-polongan, alpukat, zaitun, telur, ayam dan kalkun tanpa kulit, nasi merah, pasta gandum ututh dan quinoa.

  • Minum kopi

Menurut penelitian yang dilakukan tahun 2016, kopi memberikan manfaat pelindung bagi hati. Kopi dapat menstimulasi produksi enzim-enzim di hati yang mampu melawan peradangan. Penelitian yang sama juga menyatakan bahwa orang-orang dengan NAFLD yang meminum kopi dengan teratur menunjukkan pengurangan kerusakan hati. Cobalah untuk meminum 2 hingga 3 cangkir kopi setiap harinya untuk menurunkan risiko penyakit hati. Kopi hitam adalah pilihan terbaik karena tidak ada kandungan lemak ataupun tambahan gula.

Saat ini tidak ada pengobatan medis sebagai bentuk perawatan NAFLD. Perubahan gaya hidup dan diet ke arah yang lebih baik merupakan obat liver alami yang efektif sebagai bentuk pilihan perawatan para penderita NAFLD. Turunnya berat badan, melakukan aktivitas fisik dengan teratur, kurangi konsumsi gula, makan makanan yang sehat, dan minum kopi dapat menjadi obat liver alami untuk mengurangi gejala-gejala yang berhubungan dengan NALFD.

Penyakit Read More

Gejala-Gejala Ini Konon Jadi Tanda Penyakit Tiroid

Keberadaan kelenjar tiroid begitu penting bagi mekanisme tubuh manusia. Tiroid ini merupakan salah satu kelenjar endokrin terbesar pada tubuh manusia. Oleh karenanya, kinerja tiroid amat mempengaruhi kondisi tubuh manusia. Bila ada gangguan, penyakit tiroid hadir, dan bisa berujung dengan kondisi yang membahayakan.

Kelenjar tiroid ini dapat ditemukan di bagian depan leher, sedikit di bawah laring. Kelenjar ini berfungsi untuk mengatur kecepatan tubuh membakar energi, membuat protein, dan mengatur sensitivitas tubuh terhadap hormon lainnya.

Penyakit tiroid disebabkan karena adanya abnormalitas pada kelenjar tiroid baik secara struktur maupun fungsi hormon. Ketika kelenjar tiroid memproduksi terlalu banyak hormon tiroid maka akan menyebabkan hipertiroidisme. Selain itu, jika kelenjar tidak cukup berfungsi maka disebut sebagai hipotiroidisme. Pembesaran kelenjar tiroid juga dapat terjadi karena kanker.

Penyakit tiroid ini tak dapat dianggap remeh. Sehingga deteksi dini amat ditekankan. Konon, kondisi-kondisi yang tertulis di bawah ini bisa menjadi peringatan bagi Anda, apa saja?

  1. Perubahan Suara dan Benjolan

Perubahan suara atau benjolan di tenggorokan bisa menjadi tanda gangguan tiroid. Salah satu cara untuk memeriksanya adalah dengan memperhatikan leher untuk melihat apakah ada tanda-tanda pembengkakan tiroid.

Gunakan cermin tangan, perhatikan tenggorokan saat minum air. Cari tonjolan di area tiroid yang berada di bawah jakun. Jika Anda melihat sesuatu yang bengkak atau mencurigakan, temui dokter agar masalah itu tidak berkembang menjadi penyakit tiroid yang membahayakan.

  • Kelemahan dan Nyeri pada Otot dan Sendi

Hormon tiroid yang rendah membalik saklar metabolisme menuju katabolisme, yaitu ketika tubuh memecah jaringan tubuh seperti otot untuk energi. Selama katabolisme, kekuatan otot menurun, berpotensi menyebabkan perasaan lemah. Proses memecah jaringan otot juga dapat menyebabkan rasa sakit.

  • Kesemutan hingga Mati Rasa

Kesemutan atau mati rasa bisa timbul saat melakukan berbagai aktivitas seperti olahraga, duduk atau berdiri terlalu lama. Namun, jika Anda merasakan kesemutan atau mati rasa tiba-tiba di lengan, kaki, atau tangan, itu bisa menjadi tanda hipotiroidisme. Seiring waktu, memproduksi terlalu sedikit hormon tiroid dapat merusak saraf yang mengirim sinyal dari otak dan sumsum tulang belakang ke seluruh tubuh.

  • Perubahan Suhu Tubuh secara Ekstrem

Merasa dingin atau kedinginan dikaitkan dengan hipotiroidisme. Sistem melambat yang disebabkan oleh tiroid yang kurang aktif membuat lebih sedikit energi yang dibakar oleh sel. Lebih sedikit energi sama dengan lebih sedikit panas dalam tubuh.

  • Mudah Kelelahan

Merasa lelah dan tidak memiliki energi adalah masalah yang terkait dengan banyak kondisi, tetapi mereka sangat terkait dengan hipotiroidisme, kelainan yang disebabkan oleh terlalu sedikit hormon tiroid. Jika Anda masih lelah di pagi hari atau sepanjang hari setelah tidur semalaman, itu adalah petunjuk bahwa tiroid mungkin kurang aktif.

Hormon tiroid yang terlalu sedikit mengalir melalui aliran darah dan sel-sel berarti otot-otot tidak mendapatkan sinyal yang mendukung.

  • Perubahan Mood

Sering merasa down atau sedih juga bisa menjadi gejala hipotiroidisme. Ini karena produksi hormon tiroid yang terlalu sedikit dapat berdampak pada kadar serotonin. Serotonin merupakan hormon yang memicu rasa bahagia. Dengan tiroid yang kurang aktif, kondisi ini bisa menurunkan suasana hati.

Rasa gelisah juga bisa jadi tanda adanya hipertiroidisme, ini karena kelenjar tiroid menghasilkan terlalu banyak hormon tiroid.

  • Masalah Pencernaan

Penderita penyakit tiroid karena kelenjar tidak berfungsi dengan baik kadang mengeluh mengalami sembelit. Gangguan dalam produksi hormon kemungkinan menyebabkan perlambatan proses pencernaan. Di sisi lain spektrum, kelenjar tiroid atau hipertiroidisme yang terlalu aktif dapat menyebabkan diare atau pergerakan usus yang lebih sering.

  • Perubahan Berat Badan Signifikan

kenaikan berat badan adalah salah satu tanda utama adanya gangguan tiroid. Kenaikan berat badan ini biasanya tak didasari alasan yang jelas dan sulit diturunkan kembali meski sudah berolahraga dan diet. Ini karena tiroid yang kurang aktif atau hipotiroidisme. Sementara itu, penurunan berat badan yang tiba-tiba dapat menandakan hipertiroidisme.

  • Haid Tidak Teratur

Gangguan tiroid pada wanita dapat menyebabkan haid tidak teratur. Jika siklus menstruasi seorang wanita normal mulai menjadi lebih sering dan lebih ringan, itu bisa menjadi tanda tiroid yang terlalu aktif.

  1. Kulit Kering dan Rambut Rapuh

Ketika tiroid kurang aktif, kulit diketahui menjadi lebih kering dari biasanya. Ini bisa berhubungan dengan kesehatan sel-sel kulit dan kelenjar sebaceous secara keseluruhan. Masalah rambut, yang juga bisa berarti kerontokan rambut, dapat terjadi kemudian setelah tiroid mengalami kerusakan selama beberapa waktu. Jika tiroid terlalu aktif, kulit juga mungkin terlihat lebih berminyak, dan rambut jadi lebih mudah rontok.

***

Antisipasi sedari dini membuat seseorang memiliki kemungkinan kondisi yang lebih baik. Jangan sampai penyakit tiroid hadir dan Anda sudah kehilangan kesempatan terbesar. Oleh karenanya, segera hubungi dokter jika mengalami berbagai masalah seperti gejala di atas. Kalau perlu, lakukan medical check up dengan rutin.

Penyakit Read More

Tracheostomy: Mengapa Penting Untuk Dilakukan?

Gangguan pernafasan adalah salah satu gangguan yang umum terjadi pada manusia. Namun jika kondisinya sangat parah, salah satu cara untuk mengatasi masalah tersebut adalah tracheostomy.

Tracheostomy merupakan cara yang efektif untuk memberikan pernafasan melalui selang nafas. Selang nafas dimasukkan ke bagian leher manusia setelah mengangkat trakea untuk membuka jalur pernafasan.

Jenis Prosedur Tracheostomy

Tracheostomy perlu dijalankan berdasarkan kondisi pasien, apakah kondisinya parah atau tidak. Pasien yang menjalani tracheostomy, terjadi hanya untuk sementara atau secara permanen. Selain bergantung seberapa parah gangguan pernafasan yang dialami pasien, tracheostomy dibagi menjadi dua prosedur, terdiri dari:

  • Tracheostomy emergensi

Tracheostomy emergensi atau tracheostomy darurat adalah prosedur yang perlu dijalankan pasien jika mereka mengalami gangguan pernafasan yang parah. Contohnya adalah jalur pernafasan di atas trakea yang tersumbat.

  • Tracheostomy non-emergensi

Tracheostomy non-emergensi atau tracheostomy non-emergensi adalah prosedur yang perlu dilakukan jika pasien mengalami masalah pernafasan yang tidak begitu buruk. Ada berbagai alasan jenis tracheostomy ini perlu dilakukan, salah satunya adalah sebelum melakukan pembedahan tenggorokan atau rongga mulut.

Alasan Pasien Perlu Menjalankan Tracheostomy

Pasien yang mengalami gangguan pada pernafasan yang parah perlu dioperasi, caranya meliputi tracheostomy. Ada berbagai alasan tracheostomy perlu dilakukan. Alasan tersebut adalah berdasarkan kondisi medis yang dialami pasien, yang meliputi:

  • Pasien yang membutuhkan ventilator dalam jangka waktu yang lama, berkisar antara satu sampai dua minggu.
  • Kondisi yang membuat saluran pernafasan pasien tersumbat. Contohnya adalah kanker tenggorokan dan kelumpuhan pita suara.
  • Penyakit saraf yang mengakibatkan pasien kesulitan untuk batuk dan mengeluarkan dahak.
  • Pasien yang mengalami trauma di bagian kepala, khususnya pada bagian leher, yang mengakibatkan gangguan pada saluran pernafasan.
  • Selang nafas yang tidak dapat dimasukkan melalui mulut.

Siapa Yang Perlu Menjalankan Tracheostomy?

Gangguan pernafasan bisa terjadi pada siapa saja. Jika kondisinya parah, mereka perlu menggunakan tracheostomy untuk menghentikan hambatan pada pernafasan. Petugas medis perlu menerapkan tracheostomy kepada pasien yang mengalami kondisi sebagai berikut:

  • Anafilaksis atau reaksi alergi berat.
  • Penyakit paru kronis.
  • Kanker leher.
  • Luka bakar.
  • Gangguan fungsi diafragma.
  • Infeksi.
  • Cedera pada laring.
  • Luka pada bagian kepala.
  • Cedera pada dinding dada.
  • Tumor.
  • Pita suara yang terluka.
  • Otot leher yang lumpuh.

Prosedur Dalam Menjalankan Tracheostomy

Tidak ada instruksi khusus yang diberikan kepada pasien untuk melakukan tracheostomy. Seperti yang dijelaskan di atas, proses tersebut bergantung pada kondisi pasien. Ada kemungkinan jika mereka perlu melakukan tracheostomy sekali. Namun, jika kondisinya sangat parah, pasien perlu melakukan prosedur tracheostomy secara permanen.

Jika pasien bersedia menjalankan tracheostomy, mereka tidak perlu mempersiapkan apapun. Namun, untuk prosedurnya, agar berjalan dengan lancar, pasien perlu puasa setidaknya 12 jam sebelum operasi. Pasien tentunya akan dibius total ketika dokter melakukan tracheostomy.

Langkah-langkah yang dilakukan oleh dokter bergantung pada kondisi medis pasien. Berikut adalah penjelasan atau perbandingan tentang langkah yang digunakan:

  1. Tracheostomy emergensi

Pasien awalnya diminta untuk berbaring. Setelah itu, pasien akan dibius secara total. Setelah pasien tidak sadarkan diri, dokter memulai prosedur ini dengan memberikan sayatan pada leher. Dokter akan membuka trakea agar dapat memasukkan selang nafas yang disambungkan ke suplai oksigen.

  • Tracheostomy non-emergensi

Dokter akan meminta pasien untuk berbaring telentang, kemudian pasien dibius total. Setelah itu, dokter memulai proses ini dengan membersihkan leher dan dada pasien dengan menggunakan bahan antiseptik. Dokter akan membuat sayatan di bagian bawah leher pasien. Kulit di bagian tenggorokan disayat secara horizontal, setelah itu otot-otot dipisahkan.

Setelah memberikan sayatan pada bagian leher, kelenjar tiroid di dalam tubuh akan ditarik sedikit ke belakang agar dokter dapat melihat trakea. Setelah melihat trakea, trakea disayat untuk memudahkan proses pernafasan melalui selang nafas. Selang nafas kemudian dijahit supaya posisi pernafasan pasien teratur.

Jika pasien ingin melakukan tracheostomy, pasien perlu ketahui bahwa tracheostomy terdapat risiko yang menungkinkan terjadi pada pernafasan. Contohnya adalah penyempitan pada trakea dan infeksi paru-paru.

Sebelum melakukan tracheostomy, pasien sebaiknya konsultasikan masalah ini dengan dokter sebelum menjalankan proses tersebut. Tracheostomy yang dilakukan belum tentu dapat menyembuhkan gangguan pernafasan secara permanen. Gangguan pernafasan mungkin saja terjadi kembali.

Penyakit Read More

Yang Perlu Anda Ketahui Tentang Skiatika

Apakah Anda pernah mendengar gejala kesehatan bernama skiatika? Skiatika adalah nama yang diberikan pada suatu gejala rasa sakit yang disebabkan oleh iritasi pada saraf siatik. Apapun yang dapat mengiritasi saraf ini dapat menyebabkan rasa sakit, mulai dari rasa sakit ringan hingga berat. Skiatika biasanya disebabkan oleh saraf yang tertekan di bagian bawah tulang belakang. Istilah skiatika sering disalahartikan dengan sakit punggung pada umumnya. Namun, skiatika tidak hanya sebatas rasa sakit di bagian punggu. Saraf siatik adalah saraf terpanjang dan terluas di tubuh manusia, yang berawal di punggung belakang, melalui pantat, kaki, dan berakhir di bagian bawah lutut. Saraf ini mengatur beberapa otot di bagian bawah kaki dan menyediakan sensasi pada kaki dan bagian bawah kaki. Skiatika bukanlah sebuah kondisi kesehatan, melainkah sebuah gejala dari masalah lain yang mempengaruhi saraf siatik. Beberapa ahli memperkirakan setidaknya 40% orang di seluruh dunia pernah mengalami skiatika sebelumnya.

Penyebab skiatika

Skiatika merupakan gejala umum pada beberapa kondisi medis yang berbeda-beda. Akan tetapi, sekitar 90% kasus skiatika yang ditemukan disebabkan karena piringan sendi yang geser. Kolom tulang belakang terbuat dari 3 jenis, tulang belakang, saraf, dan piringan persendian. Piringan sendi terbuat dari tulang rawan yang kuat dan elastis. Tulang rawan akan bertindak sebagai bantalan antara tulang belakang dan memberikan tulang belakang fleksibilitas. Piringan sendi yang mengalami herniasi terjadi ketika piringan sendi tersebut didorong keluar dari tempatnya, sehingga memberikan tekanan pada saraf siatik. Penyebab skiatika yang lain termasuk stenosis spinal lumbalis (penyempitan medulla spinalis di bagian punggung bawah), spondylolisthesis (suatu kondisi di mana piringan sendi tergelincir ke depan pada tulang belakang di bawahnya), tumor di dalam tulang belakang (hal ini akan memberikan tekanan pada akar saraf siatik), infeksi (yang akhirnya akan memberi efek pada tulang belakang), cedera pada tulang belakang, dan sindrom cauda equina (sebuah kondisi langka namun serius yang mempengaruhi saraf di bagian bawah sumsum tulang belakang. Kondisi ini membutuhkan perawatan medis dengan segera).

Faktor risiko skiatika

Ada banyak faktor yang dapat membuat Anda rentan terkena skiatika. Skiatika dapat menyerang semua kalangan, mulai dari atlit hingga mereka yang jarang bergerak atau kurang aktif. Mereka yang jarang bergerak biasanya memiliki risiko lebih tinggi untuk menderita skiatika dibandingkan dengan orang-orang yang aktif. Meskipun demikian, atlit ketahanan juga bisa mendapatkan skiatika akibat berlatih terlalu berlebihan dan otot yang kaku.

Usia juga merupakan faktor yang signifikan bagi seseorang untuk menderita skiatika. Orang-orang yang berumur 30 hingga 60 tahun sering mengalami degenerasi tulang belakang yang disebabkan karena faktor usia, termasuk herniasi piringan sendi, taji tulang, dan disfungsi persendian pada pinggang. Obesitas dan diabetes juga merupakan contributor utama skiatika. Gaya hidup yang tidak sehat, seperti merokok, juga dapat membuat bagian luar piringan sendi Anda untuk rusak. Segera hubungi dokter apabila Anda mengalami skiatika dan merasakan gejala-gejala seperti rasa sakit setelah kecelakaan, rasa sakit tiba-tiba pada bagian punggung bawah atau kaki yang diikuti dengan mati rasa dan lemah otot pada kaki yang sama, serta Anda tidak mampu mengontrol perut atau kandung kemih (tanda-tanda sindrom cauda equina). Dokter akan melakukan diagnosa, melihat alasan utama penyebab skiatika, dan melakukan perawatan yang tepat yang dibutuhkan oleh Anda.

Penyakit Read More

Macam-Macam Perawatan Asma

Asma adalah kondisi di mana saluran pernafasan membengkak, sehingga terjadi penyempitan dan mengeluarkan lendir berlebih. Kondisi ini membuat penderita kesulitan bernafas dan bisa menyebabkan batuk, nafas berbunyi dan pendek-pendek.

Jika Anda atau anak Anda mengidap asma, Anda harus mengetahui cara mengatasinya, baik untuk jangka pendek maupun panjang. Bagi sebagian penderita, asma tidak lain hanya gangguan kecil yang akan hilang dengan sendirinya dengan beristirahat. Namun, bagi penderita lain, asma dapat mengganggu aktivitas harian, bahkan mengancam nyawa. Hal terpenting dalam penanganan asma adalah mengidentifikasi situasi darurat. Di momen tersebut, yang bisa kita lakukan adalah meminta bantuan dokter atau spesialis penanganan asma.

Obat Asma

Obat asma dapat menyelamatkan hidup penderita asma. Obat ini juga membuat penderitanya bisa beraktivitas normal. Terdapat dua jenis obat yang biasa digunakan:

– Steroid dan obat anti peradangan: Obat anti peradangan, terutama steroid yang dihirup, merupakan pengobatan paling penting bagi penderita asma. Obat ini bekerja dengan mengurangi pembengkakan dan lendir pada saluran pernafasan. Hasilnya, saluran pernafasan tidak lagi sensitif dan bereaksi terhadap pemicu asma.

-Bronkodilator: Bekerja dengan merelaksasi otot saluran pernafasan yang membuat penyempitan. Obat ini bekerja dalam waktu singkat dan ditujukan sebagai penyembuhan sementara bagi gejala asma, seperti batuk, nafas berbunyi, dan nafas pendek-pendek. Bronkodilator tidak ditujukan sebagai obat rutin penyembuh asma.

Inhaler

Inhaler merupakan cara paling efektif dan sering digunakan untuk mengantarkan obat asma ke paru-paru. Terdapat beberapa tipe dan teknis pengantaran inhaler.

Nebulizer

Nebulizer adalah alat yang digunakan untuk memasukkan obat dalam bentuk uap untuk dihirup ke dalam paru-paru. Mesin ini menggunakan mouthpiece atau masker, biasa digunakan untuk anak kecil atau manula yang kesulitan menggunakan inhaler. Perubahan bentuk dari cair ke uap membuat obat lebih mudah diserap paru-paru.

Prednison

Jika Anda mengalami serangan asma akut, dokter dapat memberikan prednison, obat golongan kortikosteroid yang berfungsi untuk mengurangi peradangan. Obat minum ini biasa digunakan dalam waktu kurang dari dua pekan. Konsumsi kortikosteroid dalam jangka panjang dapat menimbulkan efek negatif dan permanen. Efek samping yang bisa timbul adalah pembengkakan, depresi, dan gejala radang pankreas serta gejala hipertensi. Setelah serangan asma mereda, dokter akan mengurangi kebutuhan prednison.

Konsultasi dengan dokter

Hal terpenting bagi penderita asma adalah saran dari dokter. Jangan sekali-kali membeli obat langsung tanpa resep dokter. Sebab, kondisi masing-masing penderita asma tidak sama. Jika, Anda terdiagnosa asma namun pengobatan tidak lagi mempan, sebaiknya kembali berkonsultasi dengan dokter. Jika Anda sudah diberi obat seperti inhaler, namun penggunaannya makin hari makin sering, kembalilah ke dokter. Dokter dapat mengevaluasi pengobatan yang pasien butuhkan.

Meskipun asma adalah penyakit yang banyak ditemui, kondisi ini tetap membutuhkan diagnosis dan pengobatan medis yang spesifik. Jangan berpikir dua kali untuk mengobati asma Anda.

Penyakit Read More