Menguap Lebar Bisa Sebabkan Dislokasi Sendi Temporomandibular

Pernahkah Anda memperhatikan posisi rahang saat mengunyah? Saat mulut terbuka atau menutup, rahang bawah yang bergerak. Untuk menghubungkan sendi rahang bawah ini dengan tengkorak dikenal dengan nama sendi temporomandibular. Ketika sendi ini bergeser, muncullah kondisi yang dikenal dengan istilah dislokasi sendi temporomandibula atau rahang miring.

Tulang rahang bawah memiliki tonjolan di kiri dan kanan. Ketika terjadi dislokasi, tonjolan ini masuk dalam cekungan di tulang tengkorak. Posisi tulang rahang bawah akan keluar dari cekungan tersebut. Dan posisi ini tidak dapat berubah sendirinya ke posisi normal, harus melalui pengobatan.

Ketika rahang bawah bergeser dari kaitannya dengan rahang atas, maka akan menimbulkan rasa nyeri. Meskipun tulang tersebut bisa digeser ke posisi semula.

Penyebab Terjadinya Dislokasi Sendi Temporomandibular (TMJ)

Ada beberapa penyebab utama terjadinya dislokasi sendi pada rahang ini. Ada beberapa jenis cedera yang menyebabkan terjadinya dislokasi rahang, yaitu:

  • Cedera ketika berolahraga
  • Wajah mendapat pukulan yang sangat keras
  • Mengalami kecelakaan kerja
  • Terjatuh ketika di rumah
  • Mengalami kecelakaan saat mengendarai kendaraan bermotor
  • Menguap terlalu lebar
  • Menggigit sesuatu yang besar
  • Ketika melakukan pemeriksaan di dokter gigi
  • Tertawa 
  • Muntah
  • Sendi atau kapsul ligamen longgar
  • Spasme otot penyokong sendi rahang

Ada juga penyebab dislokasi rahang ini akibat berbagai penyakit seperti penyakit parkinson, distonia wajah, sindrom Marfan, dan sindrom Ehler-Danlos.

Gejala dan Tanda Mengalami Dislokasi Sendi Rahang

Dislokasi rahang memiliki gejala rahang tidak bisa dikatupkan. Selain itu, ada juga beberapa gejala lain akibat dislokasi sendi temporomandibular ini, yaitu:

  • Rahang bawah posisinya tidak sejajar dengan rahang bagian atas
  • Terasa nyeri di wajah atau juga rahang, posisi rahang bisa lebih maju atau lebih mundur.
  • Rahang akan terasa kaku dan juga sulit digerakkan
  • Mulut tidak bisa menutup
  • Mengalami kesulitan bicara.

Pengobatan Dislokasi Sendi Rahang

Ketika mengalami dislokasi sendi di rahang ini, tujuan pengobatannya adalah untuk mengembalikan rahang ke posisi normal seperti semula. Ada satu prosedur yang dilakukan pleh dokter yaitu reduksi manual. Adapun tahapan yang dilakukan adalah, dokter akan melakukan tahapan dengan menekan dan mendorong tulang rahang bawah agar kembali di posisi awal. DOkter akan memberikan pasien anestesi dan sedasi lokal sebelum melakukan tahap tersebut.

Setelah itu, dokter akan membalut rahang dan kepala pasien dengan kasa. Tujuan dibalut ini agar rahang tidak bergeser kembali selama masa penyembuhan. Di masa penyembuhan ini, sebaiknya Anda tidak membuka mulut atau rahang terlalu lebar atau besar agar rahang Anda tidak menjadi tambah parah. 

Ada juga kasus dislokasi sendi rahang yang harus dilakukan dengan operasi karena sudah parah. 

Perawatan Setelah Menjalani Prosedur Pengobatan Dislokasi Rahang

Agar menghindari adanya cedera tulang setelah melewati tahap penyembuhan, Anda harus tetap melakukan perawatan. Berikut beberapa perawatan di rumah yang bisa Anda lakukan:

  • Selalu lakukan self-check dengan memperhatikan berbagai hal seperti otot mengalami ketegangan atau tidak, serta melihat adanya hal-hal lain yang ganjal
  • Mengelola stres dan istirahat yang cukup
  • Memperhatikan asupan makanan yang dikonsumsi, pastikan tidak makan makanan yang keras
  • Aktif berolahraga ringan

Dislokasi sendi temporomandibular (TMJ) ini tidak bisa Anda sepelekan. Sebisa mungkin cobalah untuk menghindari agar tidak terjadi pergeseran rahang. Gunakan pelindung saat berolahraga atau ketika berkendara. Berhati-hati juga saat melakukan aktivitas kecil seperti makan, tertawa, menguap, dan sebagainya agar tidak membuka mulut terlalu besar.

Penyakit

Leave a Reply

Comment
Name*
Mail*
Website*