Memilih Obat Jerawat di Apotek Sesuai Jenis Jerawat

Hampir seluruh orang pernah mengalami masalah jerawat. Jenis jerawat yang dialami juga berbeda-beda. 

Ada beragam cara mengatasi jerawat, mulai dari bahan alami hingga obat jerawat yang tersedia di apotek. Kebanyakan orang lebih memilih bahan alami dan organik sebagai alternatif yang aman. Meski begitu, Anda bisa tetap menggunakan obat jerawat di apotek dengan dampak minimal.

Sebelum memulai pengobatan, ada baiknya untuk mengetahui jenis jerawat Anda terlebih dahulu. Hal ini dimaksudkan untuk mengetahui perawatan apa yang cocok dan efektif untuk Anda.

Tipe jerawat

Umumnya jerawat disebabkan oleh tersumbatnya pori-pori dengan debu, kotoran, dan produksi minyak berlebih. Jerawat juga bisa dipicu akibat stres atau efek penggunaan obat-obatan seperti steroid, fenitoin, dan lithium.

Jerawat terbagi menjadi dua, yaitu jerawat non-inflamasi dan jerawat inflamasi.

  • Jerawat non-inflamasi: Ditandai dengan adanya komedo hitam (blackheads) atau komedo putih (whiteheads).
  • Jerawat inflamasi: Ditandai dengan adanya jerawat berisi nanah yang ketika pecah akan membentuk lesi inflamasi. Salah satu jerawat inflamasi adalah papula.

Perawatan dengan obat jerawat di apotek

Jenis dan keparahan jerawat mempengaruhi pemilihan obat jerawat di apotek. Jika Anda salah membeli obat, jerawat Anda tidak tertangani dengan baik, atau bahkan dapat memperparah kondisi jerawat.

Untuk mengatasi jerawat ringan atau non-inflamasi, Anda dapat memulainya dengan rutin mencuci muka dua kali sehari. Pilihlah sabun cuci muka dengan kandungan  asam salisilat yang berfungsi mengontrol minyak berlebih.

Bagi pemilik kulit sensitif, gunakanlah sabun cuci muka berjenis foam yang diformulasikan khusus untuk kulit sensitif. Tipe kulit ini sangat rentan mengalami iritasi sehingga Anda harus memastikan mana produk yang tepat untuk digunakan.

Adapun pilihan obat apotek yang dapat digunakan untuk mengatasi jerawat ringan dan non-inflamasi yaitu:

  • Benzoil peroksida

Benzoil peroksida tersedia dalam bentuk gel, krim, dan losion yang bisa didapat tanpa resep dokter. Senyawa ini juga terkandung di dalam produk lain dengan konsentrasi yang berbeda.

Benzoil peroksida merupakan senyawa yang paling umum dan efektif melawan jerawat. Ketika masuk ke dalam kulit, benzoil peroksida langsung menembus ke dalam pori-pori, membunuh bakteri penyebab jerawat, dan mengeringkan jerawat.

Hasil penggunaan terlihat setelah 4 sampai 6 minggu pemakaian. Tidak disarankan meningkatkan dosis penggunaan benzoil peroksida untuk mempercepat hasil perawatan. Penggunaan benzoil peroksida secara berlebihan dapat menyebabkan efek samping sensasi kulit terbakar, kulit kering, dan mengelupas. 

Hindari penggunaan benzoil peroksida di dekat area mata, bibir, hidung, mulut, serta area yang sedang terluka.

  • Asam salisilat

Asam salisilat berfungsi sebagai agen pembasmi komedo (komedolitik) yang ringan yang umum digunakan untuk mengatasi jerawat non-inflamasi. Sebagai obat jerawat, asam salisilat tersedia dalam konsentrasi 0.5 % – 2.0 %. 

Asam salisilat bertindak sebagai eksfoliasi yang mencegah pori-pori tersumbat serta mengobati sekaligus mencegah lesi jerawat. Dalam sebuah penelitian, penggunaan asam salisilat selama 12 minggu efektif mengurangi jerawat secara signifikan.

Sama seperti benzoil peroksida, butuh waktu lama dan ketelatenan menggunakan asam salisilat untuk mendapatkan hasil yang diinginkan. Adapun penggunaan produk dengan kandungan asam salisilat yang disarankan adalah satu hingga tiga kali sehari.

Sedangkan obat jerawat di apotek yang efektif mengatasi jerawat sedang dan inflamasi:

  • Adapalene

Adapalene adalah kelompok obat-obatan topikal retinoid yang berasal dari vitamin A. Adapalene membantu pertumbuhan sel kulit serta mencegah pori-pori tersumbat. Dulu, obat ini hanya bisa didapatkan dengan resep dokter. Sekarang, Anda dapat membelinya di apotek secara bebas. 

Gel adapalene dengan konsentrasi 0,1% efektif mengatasi jerawat non-inflamasi dan inflamasi. Obat ini tergolong aman dengan efek samping minimal, seperti kering dan rasa menyengat.

Adapalene dapat dikombinasikan dengan benzoil peroksida. Namun, Anda harus berhati-hati dan disarankan berkonsultasi dengan tenaga kesehatan ahli sebelum mencampur keduanya.

  • Sulfur

Sulfur dapat digunakan untuk mengatasi jerawat non-inflamasi maupun inflamasi sedang. Dalam konsentrasi 3 % hingga 8 %, sulfur berfungsi sebagai agen keratolitik dan antibakteri.

Produk jerawat sulfur biasanya juga mengandung resorsinol. Resorcinol berfungsi meningkatkan efektivitas sulfur dalam membasmi jerawat. 

Sulfur dapat menyebabkan efek samping iritasi, namun masih terbilang aman bila digunakan oleh pemilik kulit sensitif. Sebelum mengaplikasikannya di wajah, oleskan sulfur di kulit tangan untuk mengecek reaksi alergi.

Meskipun bisa didapatkan tanpa resep dokter, Anda tetap disarankan untuk berkonsultasi dengan dermatologis untuk mengetahui obat jerawat di apotek yang tepat untuk kondisi Anda. 

Mengatasi jerawat butuh proses dan waktu yang lama. Ketika Anda sudah diresepkan suatu obat tertentu, pakailah secara konsisten dan sesuai dengan dosis yang tertera. Banyak orang yang merasa frustasi karena pengobatan tidak membuahkan hasil dan akhirnya berhenti, lalu memilih produk yang lain.  

Hidup Sehat

Leave a Reply

Comment
Name*
Mail*
Website*