Macam-Macam Perawatan Asma

Asma adalah kondisi di mana saluran pernafasan membengkak, sehingga terjadi penyempitan dan mengeluarkan lendir berlebih. Kondisi ini membuat penderita kesulitan bernafas dan bisa menyebabkan batuk, nafas berbunyi dan pendek-pendek.

Jika Anda atau anak Anda mengidap asma, Anda harus mengetahui cara mengatasinya, baik untuk jangka pendek maupun panjang. Bagi sebagian penderita, asma tidak lain hanya gangguan kecil yang akan hilang dengan sendirinya dengan beristirahat. Namun, bagi penderita lain, asma dapat mengganggu aktivitas harian, bahkan mengancam nyawa. Hal terpenting dalam penanganan asma adalah mengidentifikasi situasi darurat. Di momen tersebut, yang bisa kita lakukan adalah meminta bantuan dokter atau spesialis penanganan asma.

Obat Asma

Obat asma dapat menyelamatkan hidup penderita asma. Obat ini juga membuat penderitanya bisa beraktivitas normal. Terdapat dua jenis obat yang biasa digunakan:

– Steroid dan obat anti peradangan: Obat anti peradangan, terutama steroid yang dihirup, merupakan pengobatan paling penting bagi penderita asma. Obat ini bekerja dengan mengurangi pembengkakan dan lendir pada saluran pernafasan. Hasilnya, saluran pernafasan tidak lagi sensitif dan bereaksi terhadap pemicu asma.

-Bronkodilator: Bekerja dengan merelaksasi otot saluran pernafasan yang membuat penyempitan. Obat ini bekerja dalam waktu singkat dan ditujukan sebagai penyembuhan sementara bagi gejala asma, seperti batuk, nafas berbunyi, dan nafas pendek-pendek. Bronkodilator tidak ditujukan sebagai obat rutin penyembuh asma.

Inhaler

Inhaler merupakan cara paling efektif dan sering digunakan untuk mengantarkan obat asma ke paru-paru. Terdapat beberapa tipe dan teknis pengantaran inhaler.

Nebulizer

Nebulizer adalah alat yang digunakan untuk memasukkan obat dalam bentuk uap untuk dihirup ke dalam paru-paru. Mesin ini menggunakan mouthpiece atau masker, biasa digunakan untuk anak kecil atau manula yang kesulitan menggunakan inhaler. Perubahan bentuk dari cair ke uap membuat obat lebih mudah diserap paru-paru.

Prednison

Jika Anda mengalami serangan asma akut, dokter dapat memberikan prednison, obat golongan kortikosteroid yang berfungsi untuk mengurangi peradangan. Obat minum ini biasa digunakan dalam waktu kurang dari dua pekan. Konsumsi kortikosteroid dalam jangka panjang dapat menimbulkan efek negatif dan permanen. Efek samping yang bisa timbul adalah pembengkakan, depresi, dan gejala radang pankreas serta gejala hipertensi. Setelah serangan asma mereda, dokter akan mengurangi kebutuhan prednison.

Konsultasi dengan dokter

Hal terpenting bagi penderita asma adalah saran dari dokter. Jangan sekali-kali membeli obat langsung tanpa resep dokter. Sebab, kondisi masing-masing penderita asma tidak sama. Jika, Anda terdiagnosa asma namun pengobatan tidak lagi mempan, sebaiknya kembali berkonsultasi dengan dokter. Jika Anda sudah diberi obat seperti inhaler, namun penggunaannya makin hari makin sering, kembalilah ke dokter. Dokter dapat mengevaluasi pengobatan yang pasien butuhkan.

Meskipun asma adalah penyakit yang banyak ditemui, kondisi ini tetap membutuhkan diagnosis dan pengobatan medis yang spesifik. Jangan berpikir dua kali untuk mengobati asma Anda.

Penyakit

Leave a Reply

Comment
Name*
Mail*
Website*