Kejadian Luar Biasa Selama Prosedur Operasi Otak Sadar

Operasi otak sadar merupakan teknik pembedahan yang dilakukan pada pasien dengan tumor otak di dalam atau di dekat area otak kritis seperti korteks motorik atau bicara, yang disebut korteks fasih. Teknik ini paling sering digunakan dalam pengangkatan tumor otak seperti glioma dan tumor otak metastatik.

Selama operasi semacam ini, pasien menerima anestesi standar “tidur-terjaga-tertidur”, di mana mereka dibius untuk bagian pertama prosedur. Ahli bedah saraf membuat lubang kecil di tengkorak pasien dan pada fase kritis pengangkatan tumor, pasien dibangunkan secara perlahan dan area otak di sekitar tumor distimulasi secara elektrik.

Saat pasien terjaga selama berlangsungnya operasi, ahli bedah anestesi biasanya akan mengajukan beberapa pertanyaan pada pasien untuk memantau aktivitas di otaknya. Ketika pasien merespons hal itu akan membantu dokter untuk memetakan rute otak yang mengarah  ke tumor atau area yang menyebabkan kejang epilepsi.

Dunia kedokteran pernah melakukan atau mendapatkan beberapa kejadian “luar biasa” selama prosedur operasi otak sadar, seperti berikut ini:

  • Pasien Memainkan Biola Selama Prosedur Operasi Otak Sadar

Musisi Dogmar Turner memainkan biola selama operasi otak sadar di Rumah Sakit King’s College di London, Inggris. Di tengah ruangan yang penuh dengan ahli bedah, staf, dan peralatan medis, di sana terbaring dirinya sambil memainkan alunan simfoni dengan kulit kepalanya yang dibelah dan otaknya yang terbuka.

Sebelum operasi dokter mengidentifikasi bagian otak yang aktif ketika Turner memainkan biola dan bagian otak mana yang bertanggung jawab untuk mengendalikan bahasa dan gerakan. Kemudian dokter membangunkan Turner ketika operasi sedang berlangsung dan memintanya memainkan biola, untuk memastikan dokter bedah tidak merusak bagian otak yang penting dalam mengendalikan gerak motorik halus.

  • Disiarkan Secara Langsung Melalui Facebook

Seorang wanita muda di Dallas, Texas, Amerika Serikat menjalani operasi otak sadar dengan cara yang tidak biasa: dalam keadaan sadar dan disiarkan secara langsung kepada publik via Facebook Live.

Dalam video tersebut, pasien yang berusia 25 tahun itu terlihat berbicara dengan dokter di satu sisi tirai operasi berwarna biru, sementara dokter lain yang mengenakan masker bedah melakukan operasi di otaknya.

Pasien yang diketahui bernama Schardt itu mengalami stroke karena massa pembuluh darah di lobus temporal kirinya mempengaruhi kemampuannya untuk berbicara. Dia tetap terjaga ketika tengkoraknya dibuka, sehingga dokter bisa memastikan mereka tidak merusak bagian otaknya yang mengontrol bicara ketika mereka bekerja.

Petugas medis yang melakukan operasi memintanya untuk mengucapkan kata-kata seperti “burung”, “anjing”, dan sebagainya. Mereka bahkan bertanya kepada Schardt tentang anjingnya untuk menguji ingatannya selama operasi yang berlangsung selama empat setengah jam itu.

Kepala Neurologi Methodist Dallas Medical Center, Nimesh Patel, menjelaskan alasan di balik “tindakan nyeleneh” ini. Katanya, dia ingin menggunakan pengalaman itu untuk mendidik pemirsa melalui tayangan langsung yang disiarkan melalui akun rumah sakit.

  • Pasien Penderita Epilepsi Dibuat Tertawa Selama Operasi

Operasi otak sadar biasanya akan membuat pasien panik dan menggerakkan kepalanya atau bahkan mengulurkan tangan ke arah otak yang terbuka. Namun, terdapat hal yang berbeda saat prosedur operasi salah satu wanita di Emory University School of Medicine, Amerika Serikat. Wanita yang tidak disebut namanya itu seorang pasien epilepsi yang harus tetap sadar saat prosedur operasi otak terbuka. Kali ini dokter mencoba pendekatan baru, yaitu membuat pasiennya tertawa.

Kasus yang dipublikasikan di The Journal of Clinical Investigation itu berhasil meskipun tidak semudah membuat lelucon agar wanita itu tertawa. Para dokter pun langsung menuju sumber otak yang dapat memicu tawa. Mereka merangsang area tertentu dalam satu bundel panjang sel-sel otak dari depan ke belakang yang dinamakan bundel cingulum. Bundel cingulum terhubung ke banyak bagian otak yang mengoordinasikan emosi. Hasilnya, wanita itu pun tertawa selama operasi berlangsung.

Meskipun ada saja yang tidak mendukung cara ini, dr Willie dan tim tidak menemukan adanya efek samping yang membahayakan, misalnya ingatan yang terlambat. Efeknya benar-benar hilang saat stimulasi berakhir.

***

Selama operasi otak sadar, seorang ahli bedah harus melakukan pemetaan otak. Dengan pemetaan otak, seorang ahli bedah dapat mengidentifikasi area otak yang paling penting bagi pasien tersebut yaitu area yang menyimpan memori dan mengontrol fungsi tubuh seseorang. Sehingga para ahli bedah dapat menghindari dan melindungi bagian tersebut selama operasi.

Berdasarkan alasan itu, menjadi dapat dimaklumi jika beberapa dokter melakukan tindakan yang terbilang nyeleneh demi memuluskan kerja mereka dalam prosedur operasi otak sadar pasiennya.

Hidup Sehat

Leave a Reply

Comment
Name*
Mail*
Website*