Fakta-Fakta di Balik Bells Palsy

Terdapat banyak saraf di area wajah manusia dengan fungsinya masing-masing. Salah satu fungsi yang paling penting adalah mengontrol otot-otot. Namun, pada beberapa kondisi, saraf ini dapat mengalami masalah sehingga tak mampu menjalankan fungsinya dengan baik dan mengakibatkan sebagian wajah menjadi kaku atau terkulai. Situasi tersebut dalam istilah medis dikenal sebagai bells palsy.

Bells palsy dapat menyerang secara tiba-tiba tanpa didahului oleh gejala. Kendati demikian, bells palsy biasanya terjadi setelah penderita mengalami pilek atau infeksi di bagian mata dan telinga.

Kondisi ini pun tidak permanen dan bells palsy bisa sembuh walaupun tanpa pengobatan. Biasanya kondisi ini bisa bertahan hingga 3 sampai 9 bulan. Paling cepat, masalah ini bisa hilang dalam hitungan jam.

Kendati demikian, tak ada salahnya untuk mendatangi dokter sewaktu-waktu saat Anda mengalami bells palsy agar mendapat penanganan serta memastikan tidak ada masalah lain yang mungkin terjadi belakangan.

Untuk mengenali lebih jauh mengenai kondisi ini, berikut fakta-fakta terkait bells palsy yang bisa membuat penampilan seseorang menjadi “tidak sempurna”:

  1. Penderita Diabetes Lebih Berisiko

Bell’s palsy dapat diderita oleh siapa saja lantaran disebabkan oleh semacam trauma pada saraf kranial ketujuh yang biasanya juga disebut “saraf wajah.” Namun, ada kelompok orang yang memiliki potensi lebih terserang kondisi ini. Mereka adalah para penderita diabetes atau mereka yang sedang dalam masa pengobatan dari infeksi virus.

  • Ada Peran Virus dalam Masalah Bells Palsy

Secara umum bells palsy disebabkan oleh kerusakan pada saraf wajah, yang menyebabkan pembengkakan. Namun, bells palsy juga dipercaya disebabkan oleh bebagai infeksi virus seperti virus herpes simplex, herpes zoster, epstein barr, advenovirus, rubella, flu B serta coxsaskievirus.

  • Gejala yang Timbul Cukup Populer

Seperti yang sudah sedikit disinggung di atas, bells palsy bisa terjadi tiba-tiba atau disertai dengan gejala yang dirasakan beberapa hari sebelumnya. Gejala yang timbul cukup populer, seperti seperti sakit di belakang telinga, tidak mampu menutup mata seperti biasanya, lebih sensitif terhadap suara, sakit kepala, hingga kemampuan indra perasaan dan penglihatan menjadi berkurang.

  • Masa Penyembuhan Tergantung Kondisi dan Tingkat Keparahan

Kelumpuhan yang terjadi pada satu sisi wajah ini terjadi dalam kurun waktu yang berbeda dalam setiap kasus, ada yang hanya mengalami beberapa jam, ada yang mengalaminya selama beberapa hari, ada juga yang mengalami kelumpuhan wajah ini selama berminggu-minggu, hingga mengalami kelumpuhan wajah tersebut secara permanen.

Namun, rata-rata penderita akan berkutat dengan masalah di wajahnya tersebut dalam kurun waktu 3 hingga 6 bulan untuk benar-benar pulih seperti semula.

  • Bisa Menyebabkan Kebutaan

Komplikasi yang sangat mungkin terjadi bagi pasien penderita bells palsy adalah kerusakan saraf wajah dan pertumbuhan saraf yang tidak sesuai dengan yang seharusnya. Bahkan, meski sangat sulit tercapai, bells palsy tetap memiliki potensi membuat penderitanya mengalami kebutaan sebagian atau total.

  • Kebiasaan yang Dapat Membuat Anda Terhindar

Untuk terhindar dari penyakit kelumpuhan wajah ini ada beberapa hal sederhana yang bisa dihindari, salah satunya adalah pemakaian AC atau kipas angin yang langsung terhadap ke wajah.

Selain itu, penggunaan masker saat mengendarai motor untuk menghindari debu dan angin juga cukup membantu. Ditambah dengan banyak mengonsumsi makanan bergizi seperti buah dan sayur.

***

Itulah beberapa fakta yang bisa diketahui untuk memberi gambaran lebih luas mengenai kondisi bells palsy ini. Kuncinya segeralah menemui dokter jika Anda mulai merasakan sesuatu yang tidak beres di area sekitar wajah. Penanganan yang cepat mungkin akan membuat kondisi Anda jauh lebih baik.

Penyakit

Leave a Reply

Comment
Name*
Mail*
Website*