Apa yang Sebaiknya Diketahui Terkait Struktur & Fungsi Tonsil

Coba tatap cermin yang ada di dekat Anda sambil membuka mulut lebar-lebar. Adakah Anda temui semacam tonjolan di kedua sisi belakang, dekat tenggorok Anda? Ya, itulah yang dinamakan tonsil. Di Indonesia, tonsil mungkin lebih populer dengan sebutan amandel. Seberapa tahukah Anda mengenai organ tersebut, termasuk fungsi tonsil sendiri?

Tonsil atau amandel dapat disebut juga sebagai “penjaga” di garis depan sistem imun tubuh seorang manusia untuk melawan infeksi bakteri dan virus, terutama yang masuk melalui mulut. Oleh karena itu, fungsi tonsil harus dijaga agar kinerjanya tetap baik. Apalagi tonsil memang sangat rentan terserang infeksi dan/atau peradangan. Infeksi dan peradangan pada tonsil umum dikenal dengan sebutan tonsillitis atau radang amandel.

Mari ketahui lebih jauh mengenai tonsil, si organ penting sekaligus rentan ini, di dalam sistem imun tubuh manusia.

  • Struktur Tonsil

Tonsila palatina atau yang lebih dikenal dengan amandel terdiri dua benjolan bulat yang terletak di kanan kiri ujung belakang rongga mulut. Masing-masing amandel tersusun atas jaringan yang mirip dengan kelenjar getah bening, yang ditutupi oleh lapisan kulit dalam berwarna merah muda.

Jangan salah sangka, tonsil atau amandel bukanlah jaringan lunak yang terletak di langit-langit belakang dan berada tepat di tengah amandel, itu adalah sesuatu yang dikenal dengan adenoid.

Tidak ada ukuran pasti dari tonsil, pasalnya besar atau kecilnya amandel pada setiap orang bervariasi bergantung usia dan kondisi tubuhnya. Namun, umumnya ukuran amandel pada anak-anak dua kali lebih besar dibanding ukuran orang dewasa.

Semakin dewasa dan seiring bertambahnya usia, ukuran amandel cenderung semakin mengecil. Meski begitu, tonsil yang terlalu besar bisa menyebabkan berbagai gangguan kesehatan. Pembengkakan di tonsil bisa menjadi tanda kalau tubuh Anda sedang terserang infeksi.

Tidak banyak yang tahu jika amandel sebenarnya berjumlah empat buah. Tidak heran, karena organ ini hanya terlihat berjumlah satu buah ketika kamu membuka mulut. Keempat tonsil tersebut memiliki nama atau jenisnya masing-masing, yakni tonsil tuba, tonsil lingual yang berada di dasar lidah, dan tonsil adenoid. Keempatnya disebut dengan “Cincin Waldeyer”.

  • Fungsi Tonsil

Meski berukuran kecil dan membuat kita mengira-ngira apa sebenarnya fungsi tonsil lantaran tampak tidak berguna, nyatanya amandel memiliki peran penting untuk kesehatan tubuh Anda. Amandel berfungsi untuk mencegah benda asing masuk ke paru-paru.

Bisa dianalogikan tonsil atau amandel ini layaknya jala penyaring di dalam mulut lantaran berfungsi menahan benda-benda asing yang akan masuk ke paru-paru melalui tenggorokan.

Selain itu, seperti yang telah disebutkan di awal, fungsi tonsil adalah menyaring bakteri dan virus yang bisa masuk kapan saja ketika Anda bernapas. Yang tak kalah penting, amandel juga berguna untuk menghasilkan sel darah putih dan antibodi yang dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh dalam melawan berbagai virus dan bakteri penyebab penyakit.

Kemudian, tonsil menjadi organ pertama yang memberikan respons saat ada patogen yang tertelan dan menyebabkan infeksi atau bahaya lainnya. Patogen ini berikatan dengan sel kekebalan khusus yang berada di lapisan epitel untuk mendapatkan respon imun pada sel limfoid T dan B dari tonsil. Sederhananya, organ ini dapat membantu tubuh memulai respon imun.

Meski tonsil berperan penting pada sistem imunitas tubuh, ketika organ ini mengalami kerusakan dan infeksi kronis, maka diperlukan pengambilan organ ini dari tubuh. Sementara itu, sisa dari sistem imunitas tubuh melanjutkan kerja tonsil dalam kaitannya dengan kekebalan.

Selain karena ukuran, alasan lain mengenai keharusan mengangkat tonsil adalah karena terjadinya tonsilitis kronis akibat dari ketidakmampuan sistem kekebalan untuk menghapus bakteri yang tersisa di amandel seseorang.

***

Itulah beberapa hal yang dapat diketahui mengenai struktur atau fungsi tonsil secara umum. Seperti organ lain di dalam tubuh, tonsil ini juga harus dijaga kondisi dan kesehatannya. Jangan sampai Anda mengalami suatu gangguan kesehatan lantaran tonsil tidak dapat bekerja dengan maksimal.

Gigi dan Mulut Read More

Pulpitis

Pulpitis adalah peradangan yang terjadi pada saraf gigi (pulpa) akibat infeksi bakteri.

Pulpitis merupakan gangguan berupa peradangan pada saraf gigi (pulpa) akibat infeksi bakteri. Saraf gigi terdapat di dalam setiap gigi manusia yang terdiri dari saraf-saraf dan pembuluh darah.

Pulpitis berawal dari lubang pada gigi yang tidak ditangani dengan tepat sehingga dapat memperburuk kondisi gigi tersebut. Pulpitis bisa terjadi pada anak-anak dan orang dewasa.

Jenis Pulpitis

Pulpitis tidak hanya terjadi pada satu gigi, namun juga bisa terjadi pada lebih dari satu gigi. Hal tersebut bisa menimbulkan kondisi yang semakin parah di dalam mulut. Berdasarkan intensitas sakit yang diderita manusia, pulpitis terdiri dari dua jenis, antara lain:

  1. Reversible pulpitis

Reversible pulpitis merupakan jenis pulpitis yang memicu peradangan ringan pada saraf gigi yang menyebabkan rasa sakit atau tidak nyaman ketika manusia mengkonsumsi makanan manis atau dingin. Meskipun demikian, rasa sakitnya menghilang jika tidak mengkonsumsi makanan seperti ini lagi.

Pada pulpitis jenis ini, keadaan saraf gigi bisa kembali normal jika ditangani dengan tepat. Jika tidak ditangani dengan tepat, maka rasa sakit akan berlanjut menjadi irreversible pulpitis.

  1. Irreversible pulpitis

Irreversible pulpitis merupakan jenis pulpitis yang terjadi karena seseorang mengalami reversible pulpitis dan tidak ditangani dengan cara yang tepat. Irreversible pulpitis juga memicu rasa nyeri secara spontan, rasa nyeri berdenyut, dan rasa nyeri yang bertahan lama (lebih dari 30 detik) setelah manusia mengkonsumsi makanan yang manis, panas, atau dingin.

Rasa nyeri di bagian gigi juga bisa terjadi ketika manusia berbaring, dan pada tahap ini, biasanya, tidak dapat diobati dengan obat antinyeri biasa.

Pada irreversible pulpitis, saraf gigi sudah tidak bisa kembali normal dan perlu perawatan yang lebih kompleks untuk mempertahankan gigi tersebut. Jika irreversible pulpitis tidak ditangani dengan tepat, maka irreversible pulpitis bisa memicu pembengkakan berupa nanah di bagian akar gigi, dan dapat menyebar ke bagian lain seperti rahang, sinus, bahkan otak.

Gejala

Orang-orang yang terkena pulpitis dapat menunjukkan gejala sebagai berikut:

  • Rasa nyeri, baik ringan maupun berat.
  • Gigi sensitif terhadap makanan manis, panas, dan dingin.
  • Bau mulut.
  • Rasa tidak nyaman di bagian mulut.
  • Demam (jika kondisinya semakin parah).

Penyebab

Pada dasarnya, saraf gigi yang terbuka adalah penyebab seseorang mengalami pulpitis, sehingga bisa terpapar oleh bakteri dan memicu terjadinya peradangan. Selain itu, berikut adalah beberapa faktor yang dapat memicu peradangan pada saraf gigi:

  • Lubang pada gigi yang tidak ditangani dengan baik.
  • Gigi yang patah.
  • Kebiasaan buruk dengan menggesek-gesekkan gigi.
  • Kondisi rongga mulut yang buruk.
  • Sering mengkonsumsi makanan yang mudah memicu lubang pada gigi.

Diagnosis

Jika Anda mengalami pulpitis, Anda dapat menanyakan kondisi ini dengan dokter gigi. Dokter gigi akan memeriksa seluruh gigi, termasuk yang berlubang. Dokter gigi akan menguji sensitivitas gigi terhadap rangsangan panas atau dingin untuk mengetahui kondisi saraf dalam gigi. Intensitas rasa nyeri dapat menentukan tingkat pulpitis.

Dokter juga perlu mengetuk secara ringan pada gigi yang terindikasi mengalami pulpitis untuk mendeteksi penjalaran peradangan yang terjadi. Dokter juga akan menggunakan rontgen (X-ray) untuk membantu melihat apakah saraf gigi sudah terbuka akibat gigi berlubang maupun gigi yang patah.

Electric pulp test juga dapat dilakukan oleh dokter untuk mengetahui seberapa parah kerusakan yang terjadi pada saraf gigi.

Pengobatan

Untuk mengobati pulpitis, dokter akan meresepkan obat antiradang dan antinyeri. Selain itu, pengobatan lain dapat dilakukan berdasarkan jenis pulpitis:

  1. Reversible pulpitis

Pengobatan yang dapat dilakukan adalah dengan melakukan penambalan pada gigi yang berlubang.

  1. Irreversible pulpitis

Pengobatan yang dapat dilakukan adalah pulpektomi atau perawatan saluran akar.

Gigi dan Mulut Read More